Home   |     News   |     Contact Us
News    |    Video    |    Blog    |    Rumah Sakit    |    Klinik    |    Apotek    |    BBLauncher    |    BBRadioStreamer   
Bersama kiatsehat.com Wujudkan Indonesia Sehat Tahun 2010
Artikel Terbaru 
- Mulut dan Gigi

- Kecantikan

- Kelahiran

- Kehamilan

- Berat Badan

- Makanan & Nutrisi

- Mata


  Topik Lainnya
 Semua Para Pakar 
 Semua News & Events 
 Semua Kiat Artis 
 Semua Sehat Bareng Bintang 
 Semua Kolom Pembaca 
 Home Artikel 
Ibu Hamil Pasca Pencangkokan Ginjal

Ibu Hamil Pasca Pencangkokan Ginjal

 

Ginjal memang merupakan organ tubuh kita yang paling vital. Ginjal menyaring darah untuk membuang racun-racun ini melalui air kencing. Lebih  daripada itu ia sekaligus membuat serta mengatur hormon-hormon penting, tekanan darah, air dan bahan kimia lain yang beredar diseluruh tubuh kita, mengaktifkan vitamin D untuk menjaga keseimbangan tulang serta menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh. Ginjal yang tidak sehat bukan hanya menimbulkan penyakit, ia juga dapat menimbulkan banyak masalah seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke, gagal ginjal, penyakit tulang tertentu, kekurangan darah (anemia), kerusakan saraf (neuropati), bahkan kematian.  Tak berhenti sampai disitu, masalah pengobatan (mulai obat-obatan hingga HD/cuci darah) dan biaya yang besar yang harus dikeluarkan juga selalu menjadi dilema. Apalagi kalau harus melakukan transplantasi atau cangkok ginjal. Cangkok ginjal merupakan upaya yang dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Bukan berarti membuang ginjal yang telah rusak, tapi justru menambahkan (mencangkok) satu lagi ginjal dari pendonor.

 

Tapi bagaimana jika pasien pasca pencangkokan ginjal hamil ?, apakah benar akan membawa resiko yang sangat besar ?. Wanita hamil setelah menjalani pencangkokan memang beresiko tinggi, terutama pada bayinya, namun bukan berarti tidak diperbolehkan. Semua tergantung pada keputusan pasien yang bersangkutan. Disinilah kerjasama antara dokter kandungan dan dokter neufrologi diperlukan untuk mengontrol kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Hamil setelah pasca pencangkokan memang tidak dianjurkan, tidak absolut. Kehamilan merupakan suatu hal yang membebani fisik ibu luar biasa. Perawatannya  akan sulit karena ia mengkonsumsi obat-obatan anti penolakan yang  membuat ginjalnya tetap prima, dan beresiko pada bayinya, sedangkan kehamilnya sendiri dapat mengganggu fungsi ginjal barunya.

 

Dr. Danu Maryoto Teguh, Sp.OG

Rumah Sakit Bersalin NURUMI NUMBI

Surabaya

 

 

Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi.
Nama (*)
Email Anda (*)
Email Teman (*)
Security Image
copyright © 2007 www.kiatsehat.com

Informasi pada web site ini ditujukan hanya untuk kebutuhan informasi saja dan tidak untuk menggantikan saran pakar kesehatan. Sebaiknya anda tidak menggunakan informasi pada web site ini untuk mendiagnosa atau melakukan tindakan medis tanpa petunjuk Dokter anda. Bacalah semua paket produk secara baik dan hati-hati. Informasi kesehatan ini kami usahakan untuk dapat dilakukan update sesegera mungkin, beberapa info mungkin kurang baru, Jika anda mempunyai keluhan kesehatan, segera hubungi penyedia pelayanan kesehatan professional anda.