|
Ibu Hamil Pasca Pencangkokan Ginjal
Ibu Hamil Pasca Pencangkokan Ginjal
Ginjal memang merupakan organ tubuh kita
yang paling vital. Ginjal menyaring darah untuk membuang racun-racun ini melalui
air kencing. Lebih daripada itu ia sekaligus membuat serta mengatur
hormon-hormon penting, tekanan darah, air dan bahan kimia lain yang beredar
diseluruh tubuh kita, mengaktifkan vitamin D untuk menjaga keseimbangan tulang
serta menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh. Ginjal yang tidak sehat bukan
hanya menimbulkan penyakit, ia juga dapat menimbulkan banyak masalah seperti
tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan
stroke, gagal ginjal, penyakit tulang tertentu, kekurangan darah (anemia),
kerusakan saraf (neuropati), bahkan kematian. Tak berhenti sampai disitu,
masalah pengobatan (mulai obat-obatan hingga HD/cuci darah) dan biaya yang besar
yang harus dikeluarkan juga selalu menjadi dilema. Apalagi kalau harus melakukan
transplantasi atau cangkok ginjal. Cangkok ginjal merupakan upaya yang dilakukan
untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Bukan berarti membuang ginjal yang
telah rusak, tapi justru menambahkan (mencangkok) satu lagi ginjal dari pendonor.
Tapi bagaimana jika pasien pasca
pencangkokan ginjal hamil ?, apakah benar akan membawa resiko yang sangat besar
?. Wanita hamil setelah menjalani pencangkokan memang beresiko tinggi, terutama
pada bayinya, namun bukan berarti tidak diperbolehkan. Semua tergantung pada
keputusan pasien yang bersangkutan. Disinilah kerjasama antara dokter kandungan
dan dokter neufrologi diperlukan untuk mengontrol kesehatan ibu dan janin dalam
kandungan. Hamil setelah pasca pencangkokan memang tidak dianjurkan,
tidak absolut. Kehamilan merupakan
suatu hal yang membebani fisik ibu luar biasa. Perawatannya akan sulit karena
ia mengkonsumsi obat-obatan anti penolakan yang membuat ginjalnya tetap prima,
dan beresiko pada bayinya, sedangkan kehamilnya sendiri dapat mengganggu fungsi
ginjal barunya.
Dr. Danu Maryoto
Teguh, Sp.OG
Rumah Sakit
Bersalin NURUMI NUMBI
Surabaya
Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi. |
|