|
Rabu
Rabu, 17
Februari 2010
Setelah Bedah Katarak, Apa yang Harus Dilakukan??
Kiat
Sehat – Surabaya : Mendengar kata operasi, yang ada dalam benak orang
pastilah suatu hal yang mengerikan. Jika berkaitan dengan operasi, orang pasti
akan berpikir ke biaya dan berapa lama harus opname di rumah sakit. Apalagi jika
operasi ini dilakukan di daerah-daerah yang sensitive seperti mata.
Seperti pada operasi katarak,
menurut dr. Armanto Sidohutomo, SpM dari RS Mata Undaan Surabaya, di jaman
sekarang ini operasi katarak tidak usah pakai opname. “Biasanya 3 jam setelah
operasi, pasien bisa langsung pulang. Kecuali kalau memang tidak memungkinkan,
seperti misalnya rumahnya jauh, ya mau tidak mau harus opname,” terangnya. Bagi
yang domisilinya jauh dari tempat dilakukan operasi, disarankan untuk opname
semalam setelah operasi.
Tingkat keberhasilan operasi
katarak memang bermacam-macam. Ada yang berhasil dan ada juga yang gagal atau
mengalami komplikasi saat atau sesudah operasi. “Komplikasi bisa terjadi karena
syaraf mata yang sudah rusak akibat penyakit seperti kencing manis, darah tinggi
atau yang lainnya,” ujar dr. Armanto. Bisa juga lensa pengganti tidak dapat
dipasang karena kapsul penyanggalensa tanam ikut sobek.
Setiap kemungkinan harus selalu
dikomunikasikan kepada dokter spesialis mata yang merawat. Komplikasi merupakan
kondisi yang juga tidak pernah diinginkan oleh dokter manapun. Namun jika
kondisi ini tidak bisa dihindari, maka harus segera dilakukan tindakan, meskipun
hasilnya belum tentu sesuai dengan harapan dokter maupun pasien.
Setelah operasi katarak
dilakukan, ada beberapa hal yang harus dipatuhi seperti misalnya tidak boleh
mengejan, melompat-lompat dan juga aktivitas lain yang mengakibatkan otot
bekerja secara berlebihan. “Jangan makan makanan yang keras dan menyebabkan
buang air besar jadi keras dan mengakibatkan pasien mengejan. Jangan pula
menggosok atau mengucek mata. Membungkuk terlalu dalam ketika berdoa atau
melakukan aktifitas lain juga sebaiknya dihindari,” ujar dr. Armanto.
Pada saat tidur, penting juga
memperhatikan posisi tidur pasca operasi yang benar. “Tidur yang benar adalah
miring ke sisi mata yang tidak dioperasi. Jangan terkena air, air aki atau air
raksa bahkan air keras,” imbuhnya. Semua aturan tersebut harus dipatuhi
setidaknya sampai 2 minggu pasca operasi. Setelah itu, dokter akan memeriksa
ulang apakah luka sayatan pada pasien operasi sudah tertutup dengan sempurna
atau belum.
Sesudah operasi katarak
dilangsungkan, katarak tidak akan timbul lagi. Mungkin akan terjadi penebalan
dari kapsul belakang lensa, sehingga pandangan terlihat kabur, berkabut seperti
katarak lagi. Padahal ini bukanlah kondisi dimana katarak tumbuh lagi, biasanya
hal ini bisa diatasi dengan laserYAG untuk melubangi kapsul belakangan lensa
sehingga jernih lagi.
Pasien akan dinyatakan sembuh
jika, tidak lagi didapat perubahan refraksi atau tajam penglihatan. Tidak ada
tanda radang atau infeksi, merah, dan pegal yang mengganggu. Pastikan posisi
lensa tanam telah fix dengan melakukan kontrol rutin selama kurang lebih 3 bulan.
Kalau semuanya baik, maka akan diberikan resep kacamata untuk koreksi terakhir
kalau perlu, atau untuk membaca saja. “Sebenarnya ada lensa tanam yang bisa
berfungsi sempurna, namun ini sangat mahal. Kalau saya sih jelas menganjurkan
memakai kacamata saja, karena selain berfungsi sebagai alat Bantu penglihatan,
kacamata juga memiliki fungsi proteksi mata terhadap debu, trauma, sinar maupun
radiasi,” tegas dr. Armanto.Nana
Kirim artikel ke teman anda, tanda (*) harus diisi. |
|